Gelandang 24 tahun tersebut memang sempat dipanggil dalam pemusatan latihan tahap pertama timnas Indonesia. Namun, ia tersingkir dari persaingan dan tak masuk 22 pemain yang disiapkan melawan Malaysia, awal September lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Persija, pemain timnas Indonesia di SEA Games 2015 itu gagal bersaing dengan Hoong Son Haak, Sutanto Tan, dan Amarzukih.
Pelatih Persija Muhammad Zein Al Haddad mengakui potensi Syahroni di lini tengah. Namun, sejauh ini ia lebih memilih sederet gelandang senior untuk menghadapi tekanan di Indonesian Soccer Championship (ISC) 2016.
"Syahroni sebetulnya pemain bertalenta. Punya visi bermainan yang bagus di tengah. Hanya saja ini soal kebutuhan strategi tim, karena kami punya Son Haak, Sutanto Tan, dan Amarzukih," kata Al Haddad ketika dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (19/10).
Menurut Al Haddad, Syahroni sebetulnya berpeluang tampil di tim utama Persija. Namun, ia harus lebih bersabar menunggu waktu yang tepat.
"Syahroni tinggal tunggu waktu saja untuk dapat tempat utama. Dia juga punya peluang main di timnas, sebab ini kali kedua dia dipanggil Riedl," ujar Mamak, sapaan karib Al Haddad.
Kendati demikian, peluang Syahroni untuk menembus 23 pemain Indonesia di Piala AFF 2016 terbilang berat. Ia juga harus bersaing dengan sederet pemain top seperti Evan Dimas Darmono, Ichsan Kurniawan, Bayu Pradana, dan Rizky Pellu. (jun)