Dua dari empat gol (4-1) kemenangan MU atas Fenerbahce pada laga lanjutan Liga Europa, di Stadion Old Traffordn Kamis (20/10), berasal dari titik putih. Rooney sejatinya menjadi eksekutor pada dua kali tendangan tersebut.
Namun, pemain timnas Inggris itu justru memberikan kesempatan tersebut kepada dua rekan setimnya, Paul Pogba dan Anthony Martial.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seandainya ia mencetak dua gol (penalti) itu, ia bisa mengalahkan (catatan gol) Ruud van Nistelroy di Liga Europa dan mendekati Sir Bobby Charlton sebagai pencetak gol sepanjang masa di Manchester United."
Owen tak lagi melihat sosok Rooney yang dahulu. Penyerang yang haus gol dan selalu ingin menambah pundi-pundi golnya.
"Ia pernah selalu ingin cetak gol. Ketika masih muda, ia sangat buas, ingin selalu cetak gol. Selalu merasa haus gol, ia yang pasti mengambil penalti," tutur Owen.
Pemain yang pernah berjaya bersama Liverpool dan Newcastle United ini pun membandingkan kebuasan Rooney saat dirinya dan Giggs masih merumput di MU.
Bahkan, Owen melihat perbedaan yang amat jauh dari Rooney saat dirinya bersama MU pernah juga menghadapi Fenerbahce.
"Sekitar 12 tahun lalu melawan Fenerbahce di laga pertamanya untuk Man United, Wayne (Rooney) langsung merebut bola dari Ryan Giggs," tutur Owen.
"Itu membuat saya kesal. Ia (Rooney) yang seharusnya masih mengambil eksekusi penalti itu. Ia adalah penyerang tengah." (bac)