Lindswell merebut emas dengan tampil di nomor Taijiquan dan nomor New Style Tajijian. Ia melampaui target satu emas yang dibebankan oleh Pengurus Besar Wushu Indonesia.
Selain Lindswell, atlet Indonesia lainnya, Cindy Martono, merebut medali perunggu dari nomor Optimal Tajijian dan perak nomor Movement Taijiquan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sementara Cindy kami targetkan empat besar. Alhamdulillah penampilannya cukup baik sehingga dapat melampui target, yakni satu perak dan satu perunggu."
rumah Asian games 2018.
Lindswell menjawab tantangan tersebut dengan kembali menyumbangkan emas. Sebelumnya ia juga pernah merebut empat emas di Kejuaraan Dunia dan satu emas dari World Games 2013.
Menurut Novita, kemampuan Lindswell sukar ditandingi lawan-lawannya.
"Lindswell sudah cukup matang baik dari segi fisik, teknik, bahkan psikologisnya dalam menghadapi pertandingan. Sehingga beban target bisa dengan baik diraih. Dia mampu menjaga fisik, teknik yg dimilikinya," tutur Novita.
"Lindswell cukup stabil dan konsisten menjaga performa penampilannya sehingga dalam event kali ini Lindswell masih terlalu tangguh bagi lawan2nya."
Kejuaraan Dunia Taijiquan digelar empat hari di bawah koordinasi Federasi Wushu Internasional. Lebih dari 300 pesaing dari 31 negara dan daerah mengikuti ajang itu, termasuk di antaranya China, Polandia, Amerika Serikat, Malaysia dan Indonesia.
Sesuai dengan aturan, kompetisi itu dibagi ke dalam dua ajang: kejuaraan dan demonstrasi. (vws)