“Kami harus melupakan itu [romantisme bersama Chelsea] dan melakukan pekerjaan kami. Saya bermain di sana bersama Inter Milan dan saya mencoba melakukan pekerjaan saya,” kata dia seperti dikutip dari Goal. Kala itu, Inter menang 1-0 atas tuan rumah, Chelsea.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Jika anda bertanya kepada saya, jika tim saya mencetak sebuah gol, apakah saya akan merayakannya seperti anak yang gila? Tidak. Saya kira saya bisa mengontrol emosi dalam situasi tersebut. Apakah saya akan menunjukkan reaksi negatif jika penonton melakukan hal negatif terhadap saya? Tidak. Saya pikir, sekali lagi, saya cukup dewasa untuk mengontrol emosi-emosi itu, dan saya banyak memiliki rasa hormat,” kata dia.
Dalam Liga Inggris terakir, melawat ke kandang Liverpool, MU hanya mampu bermain bertahan. Skuat asuhan MU itu hanya mampu mendominasi serangan hingga 25 menit babak pertama. Tanpa kehebatan David De Gea di bawah mistar gawang, MU mungkin saja kalah hingga 0-2 dalam laga tersebut. Selanjutnya, dalam laga Liga Europa pada Kamis (10/10), MU menggasak Fenerbahce dengan skor 4-1. (kid)