Petualangan di medan ekstrem itu berlangsung di jajaran Pegunungan Crocker melingkari kaki Gunung Kinabalu searah jarum jam. Medan ekstrem dalam ajang offroad yang akan dilalui itu berupa hutan hujan tropis dan dataran yang berada pada ketinggian 1.500 hingga 2.000 meter dari permukaan laut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kota Banjarbaru yang terletak sekitar 500 km barat daya Kota Balikpapan Balikpapan, Kaltim, kota tempat kantor-kantor pemerintahan Provinsi Kalimantan Selatan, menjadi titik temu.
Dengan kendaraan Suzuki Jimny dan Daihatsu Hiline, mereka berangkat ke Barabai, 350 km barat daya Balikpapan. Di sana telah menunggu Helmi menunggu dengan Toyota Land Cruiser VX80.
Di Banjarbaru bergabung Haji Arifin (Toyota Hilux LV100), Haji Harianto (Land Cruiser VX80), Haji Isa (Toyota Land Cruiser BJ40), dan Haji Umar (Daihatsu Rocky).
"Masih ada satu lagi, yaitu Haji Eddy Sudarmadi yang langsung terbang ke Kota Kinabalu. Beliau menyewa mobil di sana untuk turut serta," lanjut Helmi.
Dari Banjarbaru, selama empat hari ke depan hingga Senin (24/10), rombongan dijadwalkan mencapai tapal batas Republik Indonesia dengan negara bagian Sarawak, Malaysia, di Entikong-Tebedu.
"Tanggal 27 Oktober, rombongan Kalimantan kami tunggu di Pos Kawalan Sungai Tujuh menjelang Bandar Seri Begawan," kata Timbalan Yang Dipertua Persatuan Kereta Tahan Lasak Brunei (PKTLB), Muhammad Azmi bin Milami.
Keesokan harinya, menurut Azmi, rombongan Kalimantan akan bergabung dengan rombongan Brunei untuk sama-sama berkonvoi menuju Kota Kinabalu.
Keikutsertaan para offroader Kalimantan dalam ajang Borneo Safari dimulai Helmi pada tahun 2012. Helmi memulainya sendirian setelah lama malang melintang di arena touring dan kompetisi offroad lokal.
"Ini petualangan offroad internasional saya yang pertama," kata Budi Kertayasa, pengusaha muda pemilik jaringan toko jamu di Balikpapan. (antara/kid)