"[Warga] lokal tidak membeli tiket untuk menonton F1. Jika tak ada nilai ekonomi, mengapa kami harus tetap lanjut? Kami lebih baik berhenti sementara," kata Kepala Eksekutif Sirkuit Internasional Sepang, Razlan Razali seperti dikutip dari AFP.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sepang, yang berada sekitar 63 km dari Kuala Lumpur, telah menjadi tuan rumah grand prix F1 di Malaysia sejak 1999 silam. Kontrak negara jiran itu akan habis setelah 2018.
Razlan memberikan catatan khusus bahwa untuk menggelar balap F1 itu sangat mahal, namun banyak kota besar di dunia berminat terhadapnya demi gengsi dan perhatian global.
Sejauh ini seperti dilansir AFP, figur resmi menunjukkan bahwa ada penurunan jumlah penonton global untuk F1 hingga 200 juta sejak 2009 silam.
Lain F1, lain pula MotoGP. Razlan mengatakan gelaran MotoGP Malaysia masih menjadi daya tarik bagi penggemar olahraga otomotif. Bahkan, seri GP Malaysia yang akan digelar akhir pekan ini telah habis terjual tiketnya. (ptr)