Dalam surat teguran itu, Widodo dianggap melakukan intimidasi terhadap Iwan yang memimpin laga antara PSM Makassar menjamu Laskar Wong Kito, 17 Oktober 2016. Saat itu Sriwijaya kalah 1-2 dari tim tuan rumah.
Widodo pun langsung membantah dirinya melakukan intimidasi terhadap sang pengadil lapangan. Bahkan, ia menegaskan tak satu kata kasar pun keluar dari mulutnya pada laga itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Widodo menjelaskan dirinya justru melerai para pemainnya yang menyerbu asisten wasit dan wasit usai gol kontroversial kedua.
Petaka bagi Sriwijaya pun terjadi. Ferdinand mencetak gol kemenangan 2-1 untuk PSM pada menit ke-90. Sontak, para pemain Sriwijaya naik pitam dan langsung mengerubungi asisten wasit.
"Dari Sriwijaya tak ada perwakilan manajemen yang ke Makassar sehingga saya tergerak untuk melerai agar tak terjadi situasi tak diinginkan," tutur Widodo.
"Saya juga berusaha mencegah para pemain kami mogok bermain karena situasinya saat itu penuh emosi. Sekali lagi, tak ada kata-kata 'kebun binatang' yang saya ucapkan, hanya mengingatkan wasit."
Widodo pun juga sudah mengklarifikasi masalah itu kepada ISC melalui surat elektronik.
"Kalau ditelaah lagi, justru kepemimpinan wasit seperti itu yang bisa membunuh karier saya (sebagai pelatih). Jujur, saya tak ada kepentingan apapun," terang Widodo. (ptr)