Menurut Heri, proses perizinan sudah diajukan kepada Polresta Solo pada Rabu (26/10). Sementara pihak kepolisian menyarankan agar PT GTS (Gelora Trisula Semesta) selaku operator ISC untuk membuat surat larangan hadir bagi suporter yang ditembuskan ke manajemen Persib.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengabarkan bila segala sesuatunya berjalan lancar, maka kepastian izin gelar pertandingan di Solo selambatnya akan turun pada Selasa (1/11) mendatang.
"Dengan demikian, yang seperti dinamakan penonton, bukan suporter. Kami pun tidak bisa mengidentifikasi suporter Persija, sepanjang mereka tidak bergerombol. Nontonlah secara wajar, sah-sah saja."
Kebijakan ini terbilang berimbang mengingat pada putaran pertama, suporter Persija juga dilarang hadir saat Persib berstatus sebagai tuan rumah di Bandung. Keputusan ini diambil untuk menghindari bentrok kedua suporter yang dikenal memiliki rivalitas tinggi yang terkadang sampai merenggut korban jiwa.
Bila izin gelar pertandingan tidak keluar di Solo, maka laga klasik tersebut rencananya akan dipindah ke Stadion Gajayana, Malang. "Jika sudah begitu, otomatis segala sesuatunya sudah menjadi ranah panitia penyelenggara di sana," ucap Heri menambahkan. (jun)