Rossi menduduki podium dua GP Malaysia yang berlangsung di Sirkuit Sepang, Minggu (30/10). Ia sebenarnya berpeluang merebut juara setelah sempat memimpin balapan, tapi pada akhirnya kehilangan posisi satu usai disalip Andrea Dovizioso (Ducati).
Ketika ditanyai soal faktor usia yang berpengaruh pada penampilannya sehingga tak pernah menang sejak GP Katalonia, dan kemudian di Malaysia disalip Dovizioso, Rossi berkelakar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tentu saja ya saya sudah tua. Tapi ya saya tak pernah menyerah."
Rossi juga pernah tujuh kali juara dunia di kelas MotoGP (premier), satu kali juara dunia di kelas 250 cc, dan satu kali juara dunia di kelas 125 cc.
Di usia 37 tahun, Rossi tetap sukar dihentikan dan tetap menjadi salah satu kandidat terkuat dalam persaingan gelar juara dunia MotoGP, termasuk di musim ini. Meski akan menyelesaikan musim di peringkat dua klasemen, Rossi sempat bertarung dengan Marc Marquez hingga 15 seri balapan.
Direktur Yamaha, Lin Jarvis, bahkan sempat mengatakan bahwa Rossi tidak akan berhenti balapan ketika kontraknya dengan Yamaha habis pada 2018 nanti. Rossi pun menanggapi hal itu dengan tawa.
"(Tertawa) Saya tak tahu, lihat saja," kata Rossi sebelum kompatriotnya yang berhasil memenangkan MotoGP Malaysia 2016, Andrea Dovizioso, menyela ucapannya.
"Tentu iya, tentunya," kata Dovizioso soal Rossi akan terus membalap, yang disambut dengan suara tawa Rossi kembali.
"Mungkin ketika kami sudah berhenti (membalap), dia (Rossi) belum," ujar Dovizioso. (vws)