Setelah disahkannya tata tertib dan terpilihnya pimpinan munas oleh peserta, kemarin, agenda dilanjutkan dengan laporan pertanggungjawaban oleh Ketua Umum PP PBSI masa bakti 2012-2016, Gita Wirjawan. Munas dipimpin Ketua Pengprov PBSI Lampung, Abdullah Fadri Auli.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami (Pengprov PBSI Sumsel) maunya aklamasi dan yang penting tidak ada voting. Soal siapa yang naik (jadi ketum PBSI) tinggal dirundingkan saja," kata Apriyadi yang ditemui CNNIndonesia di sela-sela munas di Hotel Bumi, Surabaya, Senin (31/10).
Terkait komitmen itu, Apriyadi mengatakan Gita sebagai petahana sudah mengakui dalam laporan pertanggungjawabannya bahwa ia kurang memiliki waktu untuk PBSI di empat tahun masa kepengurusannya. Tapi, ia berjanji akan lebih meluangkan waktunya jika ia terpilih kembali di periode berikutnya.
Begitu juga dengan Wiranto yang menjadi rival Gita kali ini. Kesibukannya sebagai Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) diharapkan tidak membuatnya lupa akan tanggung jawabnya di PBSI jika terpilih nanti.
Menurut Apriyadi, kedua calon ketum itu sudah saling bertemu sebelumnya. Ia berharap pertemuan keduanya bisa memberikan dampak yang bagus buat perkembangan bulu tangkis Indonesia ke depannya.
"Keinginan itu kan pada akhirnya tetap ditabrak (keinginan Menpora Imam Nahrawi supaya ketua umum pengurus cabor tidak rangkap jabatan). Jadi, kami akan tagih itu komitmennya siapapun yang jadi ketum nanti, " ujar Apriyadi. (jun)