Iannone dan Rossi memang sempat bertarung ketat salip menyalip selama 10 putaran pertama GP Malaysia, Minggu (30/10), sebelum akhirnya Iannone terjatuh di putaran ke-12. Meski Iannone sebelumnya absen membalap satu bulan karena cedera, ia tak mau menahan-nahan dirinya dan membuat Rossi kesulitan pada balapan yang digelar di Sirkuit Sepang tersebut.
"Saya kira ini adalah balapan yang hebat, saya mampu bertarung dari awal dan bersaing dengan Rossi. Saya mengambil risiko," kata Iannone seperti dikutip dari GP One.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Iannone menuturkan bahwa dirinya terjatuh karena berusaha untuk memperbesar keunggulan dari Marc Marquez dan Cal Crutchlow di belakangnya -- ia tak menyadari bahwa Marquez dan Crutchlow telah lebih dahulu terjatuh.
"Ban belakang saya tak memiliki cengkraman, saya sangat kesulitan dan sejak awal balapan saya sangat kesulitan untuk mengerem. Sayang sekali saya kehilangan kendali ban depan."
Kecelakaan yang ia dapatkan di Sirkuit Sepang tak memperparah kondisi Iannone setelah cedera. Ia pun senang karena balapan pertamanya sejak absen lama berlangsung baik dan menunjukkan bahwa ia tetap punya daya saing.
Iannone juga berjanji akan memberikan segalanya pada balapan terakhir musim ini, mengingat bahwa balapan itu adalah terakhir kalinya ia menunggangi Ducati.
"Saya sangat menyesalkan harus pergi dari Ducati karena saya memiliki empat tahun fantastis dengan mereka. Di masa depan, saya memastikan diri saya tetap bisa bersaing bersama Suzuki."
(ptr)