Meski sempat membela tim Persiba U-15 hingga U-21, namun Rachman harus mengadu nasib di Bontang FC (2011-2014) dan Martapura FC (2015) pada gelaran Piala Presiden.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah kontraknya selesai di Martapura, Rachman sempat putus asa untuk melanjutkan mimpi sebagai pesepak bola. Ia memutuskan untuk banting setir sebagai pekerja honorer di Dinas PU Penajam, Balikpapan.
Profesi sebagai tenaga teknis di Dinas PU dilakoni selama empat bulan. Namun, keluarga dan rekan-rekannya terus mendorong Rachman untuk kembali percaya dengan kemampuannya di bidang sepak bola.
"Teman-teman saya selalu mengingatkan, sayang tinggalkan sepak bola dengan bakat yang saya punya. Tapi, saya sempat telanjur tidak minat lagi berkarier di sepak bola," kenangnya.
Akan tetapi, Rachman akhirnya tergiur untuk menjalani seleksi bersama Persiba menjelang Indonesian Soccer Championship digulirkan pada April 2016.
"Sebagian besar pemain seleksi di Persiba dipanggil manajemen klub, mungkin hanya saya yang melamar sendiri. Tapi, Alhamdullilah lolos," ujarnya.
Tanpa dinyana, pelatih anyar Persiba Jaino Matos yang didampingi asisten Bima Sakti, justru melirik bakat Rachman. Ia kerap diturunkan sebagai starter, meski acap kali tampil di beberapa posisi yang berbeda.
"Selain bermain sebagai bek sayap, pelatih biasa minta saya main di posisi gelandang serang dan winger. Tidak masalah buat saya. Dipercaya main penuh saja sudah bersyukur," ujarnya.
Bersinar di Timnas
Penampilan impresifnya bersama Persiba di ISC pun dilirik pelatih Timnas Indonesia, Alfred Riedl. Bahkan Rachman mendapat kesempatan tampil sebagai starter secara beruntun di dua laga uji menghadapi Malaysia dan Vietnam.
"Setahun yang lalu saya masih merasa seperti pemain buangan, tidak dianggap. Cuma sering latihan, masuk tim utama saja di klub susahnya minta ampun. Tapi, sekarang justru main di Timnas," tutur Rachman.
"Ini tahun yang luar biasa dan seperti mimpi buat saya. Saya hanya bisa bersyukur dan memanfaatkan kesempatan dengan kerja keras."
Meski dua kali tampil sebagai starter, namun posisi Rachman di Timnas belum sepenuhnya aman. Ia masih harus bersaing dengan bek PS TNI Muhammad Abduh Lestaluhu yang performanya mulai menanjak.
Kendati demikian, Rachman tidak pernah menganggap ada persaingan di Timnas. Baginya, mengenakan seragam Timnas adalah perjuangan yang sakral dan harus saling mendukung.
"Saya tidak merasa bersaing dengan pemain lain di Timnas, tujuannya sama-sama berjuang untuk negara. Jadi siapa yang diturunkan pelatih, kami dukung. Mau cadangan atau tidak, saya harus dalam keadaan siap!" ungkapnya dengan penuh semangat. (har)