Kehebatan Vinales ini yang akhirnya membuat Yamaha tertarik untuk merekrutnya sebagai pengganti Jorge Lorenzo musim depan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu karena saya sudah mengembalikan kepercayaan yang telah diberikan Suzuki kepada saya."
"Saya bisa berkembang dan belajar dalam situasi damai di Suzuki karena tak ada tekanan untuk meraih prestasi secara spesifik. Hal ini membantu saya untuk mencatat sedikit kesalahan."
"Lompatan besar kami adalah ketika kami mampu bersaing di depan secara konsisten menghadapi pebalap-pebalap tercepat. Bila saja saya memiliki motor seperti ini tahun lalu, mungkin musim ini saya sudah bisa bersaing dalam perburuan gelar juara dunia," tutur Vinales.
Vinales menyebut Suzuki melakukan lompatan besar dalam pengembangan motor 2016 bila dibandingkan musim sebelumnya.
"Musim ini saya bisa memacu gas lebih maksimal. Di musim lalu, saya datang dengan pola pikir 'lihat yang terjadi nanti', namun untuk kali ini saya bisa bersaing dalam perebutan podium."
"Musim lalu sulit bagi kami. Motivasi dalam diri tentunya berbeda. Bila sebelumnya saya tahu bahwa posisi alamiah saya ada di peringkat ke-11, maka kini saya tahu bahwa saya bisa memenangi balapan. Hal itu membuat saya lebih fokus," ucap Vinales. (vws)