Kini dengan kembalinya Kurnia Meiga ke skuat Timnas Indonesia, kiper Arema Cronus itu difavoritkan kembali menjadi kiper utama. Namun, Hermansyah yang memperkuat Timnas Indonesia era 1983 hingga 1990 itu menganggap Andritany lebih pantas menjadi kiper utama saat ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemudian saya bukan merendahkan Dian Agus (Prasetyo) ya, tapi penampilan dia dari dulu gitu-gitu saja, tidak ada istimewanya," kata pria 53 tahun yang kini menjadi pelatih kiper di PSM Makassar tersebut.
"Lebih cerewet lagi, pelatih kipernya nanti diarahkan ke situ saja. Kiper itu perannya tidak hanya di bawah mistar saja, tapi harus bisa jadi sweeper juga. Harus punya jika kepemimpinan di lini belakang, jangan sampai miskomunikasi dengan pemain bertahan," ucap Hermansyah.
"Kalau soal teknik dan kemampuan sebagai penjaga gawang Andritany itu sudah mumpuni, tinggal komunikasi dengan pemain bertahan saja dan harus bisa membaca permainan dengan baik," sambungnya.
Indonesia akan bertanding melawan Myanmar dalam laga persahabatan di Stadion Thuwanna sore ini. Terkait pertandingan uji coba tandang perdana Indonesia tersebut, Hermansyah berpendapat Myanmar merupakan lawan yang berat.
"Myanmar itu sama dengan Vietnam, Laos, Kamboja, Thailand. Mereka bermain spartan dan pantang mundur dengan persiapan yang bagus. Secara statistik Indonesia bisa mengatasi permainan mereka,tapi perlu perjuangan yang keras dan harus fokus," ujar Hermansyah.
Terkait skor akhir pertandingan, Hermansyah mengatakan, "Menurut saya Indonesia bisa kalah 0-1, atau imbang. Tapi, sebagai mantan pemain nasional harapan saya Indonesia harus menang bagaimanapun caranya." (har)