Riedl menerangkan kekuatan timnas Indonesia jelang tampil di Piala AFF 2016 berkurang 20 persen. Pasalnya, hal itu terkait kesulitan Riedl mengambil pemain-pemain terbaik di setiap klub yang mengikuti kompetisi Indonesian Soccer Championship (ISC) A.
Seperti diketahui, operator ISC dan klub-klub sepakat bahwa timnas Indonesia hanya boleh memanggil maksimal dua pemain di setiap klub. Keputusan itu diambil karena klub tak mau pemainnya banyak diambil, sementara kompetisi masih berjalan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, timnas juga sempat vakum dari kancah internasional.
Riedl berada di Hanoi untuk memimpin skuat Garuda pada laga uji coba, Selasa (8/11) pukul 19.00 waktu setempat. Saat disinggung soal peta kekuata Vietnam, Riedl mengakui tak banyak mengetahuinya.
"Saya tak banyak menyaksikan permainan Vietnam di laga internasional. Saya tak banyak tahu pemain Vietnam, hanya beberapa dari timnas U-19 yang main di Jepang salah satunya.
"Saya tahu Vietnam lolos ke Piala Dunia U-19 untuk pertama kalinya. Saya juga tahu teman dekat saya Tuan Cung (Hoang Anh Tuan) yang kini melatih U-19 menang 2-0 atas Iran. Senang rasanya mengetahui mantan rekan saya sukses."
Riedl pun menilai timnas senior Vietnam memiliki potensi bagus. "Tapi tim-tim lain juga lumayan bagus. Kami tetap butuh keberuntungan untuk memenangkan turnamen ini," terang Riedl. (ptr)