Hal ini diungkapkan Direktur Kompetisi PT Gelora Trisula Semesta (GTS), Ratu Tisha Destria, sebagai respons atas insiden tewasnya seorang anggota JakMania dalam peristiwa bentrok di area Palimanan, Cirebon.
"Kemarin (7/11) hal itu sudah disidangkan, dan keputusannya sudah dikirim ke Persija. Dari segala bentuk pelanggaran seperti pengunaan atribut, laser, smoke bomb, flare, maka untuk selanjutnya kami putuskan Persija tanpa penonton," kata Tisha kepada CNNIndonesia.com melalui sambungan telepon, Selasa (8/11) siang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Harun Al Rasyid Lestaluhu, The Jakmania asal Kalimalang Jakarta Timur, meninggal dunia. Korban terkena pukulan benda tumpul di bagian kepalanya dalam peristiwa bentrok yang terjadi di daerah Tegalkarang, Palimanan, Cirebon, usai mendukung kesebelasannya dalam laga melawan Persib Bandung di Solo.
"Saya mengharapkan kedewasaan hati dari Jakmania dan berbagai suporter Indonesia untuk lebih menghargai sepak bola kita. Hukuman antar penonton itu yang terberat, kami tidak akan pernah menyerah untuk terus mengedukasi suporter," ucap Tisha. (vws)