Dengan besaran tersebut, Okto harus berusaha keras untuk menarik sponsor agar event yang vakum selama lima tahun terakhir itu bisa kembali digelar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami akan berusaha mencari dana itu dari sponsor. Sejauh ini Kementerian Pariwisata siap mendukung. Beberapa sponsor potensial yang dulu sering mendukung event balap sepeda juga siap untuk kembali mendukung," sebut Okto saat soft launching Tour de Indondesia, Selasa (8/11).
"(Saya) Optimis ini kegiatan yang cukup ditunggu. Jika dikemas lebih menarik, pastinya akan banyak pihak lain yg mau berpartisipasi," ungkapnya.
Lewat level kompetisi 2.2 race seperti gelaran terakhir pada 2011, Tour de Indonesia 2017 diharapkan bisa memberikan kesempatan lebih besar kepada pebalap Indonesia untuk berpartisipasi.
"Kalau levelnya di naikkan menjadi 2.1, nanti hanya bisa diikuti oleh tim kontinental dan sati tim nasional. Sedangkan di Indonesia baru ada dua tim kontinental, Pegasus dan KFC yang baru mau dibentuk, sehingga akan lebih sedikit pebalap Indonesianya," ungkap Okto.
Jadwal awal yang ditentukan Juli 2017 pun diharapkan tidak bentrok dengan SEA Games yang menurut rencana dihelat pada 19-31 Agustus 2017.
"Kami rasa bisa disiasati supaya tidak bentrok dengan SEA Games 2017 karena domain pengambilan keputusan ada di federasi, tinggal koordinasi dengan Satlak Prima nanti," jelasnya.
Pemilihan waktu di bulan Juli, lanjut Okto, bertepatan dengan libur sekolah sehingga mudah melakukan sterilisasi jalan. Selain itu, PB ISSI juga telah mengantongi izin dari Federasi Balap Sepeda Dunia (UCI) untuk menggelar Kejuaraan Nasional di akhir Juli.
"Jadi nanti di akhir Tour de Indonesia akan langsung digelar Kejuaraan Nasional," ujarnya. (jun)