Sebelumnya, mantan kepala keamanan FIFA yang kini menjadi konsultan independen, Chris Eaton melontarkan pernyataan bahwa Malaysia kini menjadi poros pengaturan skor. Negara jiran itu mengambil alih poros bisnis ilegal tersebut yang sebelumnya terpusat di Singapura.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hamidin menegaskan kepada Eaton agar pria asal Australia itu lebih profesional dalam berkomentar termasuk dengan memberikan bukti dan informasi kepada otoritas di Malaysia.
Malaysia sendiri tak asing dengan tudignan skandal pengaturan skor dalam beberpaa tahun terakhir. Sindikat-sindikat judi dari negara itu pun disebutkan aktif berkegiatan hingga melewati batas negara.
Skandal paling besar terjadi pada 1994 silam di Malaysia, di mana 21 pemain dan pelatih dipecat, dan 58 pemain diskors.
Kemudian pada 1999, empat pria terkait sindikat judi di Malaysia di pencara tiga tahun karena sabotase pertandingan Charlton versus Liverpool demi pengaturan skor.
Tak hanya itu, pada 2012 silam FAM telah menskors 18 pemain muda dan menghukum seumur hidup seorang pelatih karena terlibat pengaturan skor. (har)