Menanggapi hal tersebut, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mengungkapkan harapannya terhadap ketum baru asosiasi sepak bola Indonesia kelak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menpora mengatakan Kongres PSSI yang berlangsung di Ancol, Jakarta, hari ini menjadi momentum bagi seluruh pemangku kepentingan sepak bola untuk melakukan proses pemilihan yang selektif, terbuka, dan jujur demi masa depan cabang olahraga populer di Indonesia itu.
Menpora juga mengharapkan pemimpin-pemimpin PSSI dapat memberantas pengaturan skor yang ada dalam pertandingan-pertandingan sepak bola di Indonesia.
"Hal yang juga penting adalah bagaimana melibatkan suporter dalam pengelolaan klub. Saham 10 persen, menurut saya, sesuatu yang sangat mudah untuk menjadi pilihan pelibatan suporter sehingga mereka dapat dibina," ujarnya.
Pelibatan dan pembinaan para suporter sepak bola oleh klub, lanjut Imam, akan mengurangi kerusuhan dan konflik antar-suporter yang menimbulkan korban.
"Saya berharap kasus kemarin ketika ada Jakmania yang meninggal itu menjadi kejadian terakhir perang antarsuporter. Hal itu harus menjadi perhatian PSSI bersama klub. Ketika ada sanksi, klub juga mendapatkan sanki dan bukan hanya para suporternya. Sanksi itu juga harus ditegakkan oleh federasi," ujar Menpora.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PSSI Azwan Karim mengatakan pemilihan Ketua Umum, Wakil Ketua Umum, dan 12 Anggota Komite Eksekutif akan menjadi agenda ke-17 dari 19 agenda dalam Kongres PSSI di Jakarta.
"Kami ingin banyak pihak memantau pemilihan ini. Jadi semuanya termasuk media bisa mengkontrol secara langsung sistem pemilihannya," kata Azwan.
Kongres PSSI ini diikuti 107 pemilik suara yang terdiri dari perwakilan klub Indonesia Super League (ISL), Divisi Utama, Liga Nusantara hingga beberapa asosiasi.
"Kami menggunakan data 2014. Jadi belum ada nama PS TNI. Yang berhak menjadi pemilik suara adalah Persiram. Begitu juga dengan Madura United. Kami tetap mengundang Pelita Bandung Raya," kata salah satu anggota komite eksekutif PSSI Tonny Aprilani. (har)