Brasil pun sukses mencetak 17 gol dan hanya kebobolan satu kali. Torehan-torehan tersebut membuat Brasil kini menduduki puncak klasemen kualifikasi Piala Dunia zona Amerika Selatan setelah sempat terpuruk di posisi enam sebelum Tite datang.
Di bawah pelatih yang memiliki nama lengkap Adenor Leonardo Bacchi tersebut, Brasil memang tidak bermain ngotot dan sesekali mengendurkan tensi dengan merancang Brasil bermain bertahan. Akan tetapi, Brasil justru sangat pandai dalam memanfaatkan ruang ketika menyerang balik secara cepat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut pemain belakang Brasil, Marquinhos, Tite menularkan gairah dan antusiasisme di samping memiliki pribadi yang menyentuh.
“Dia membuat sepak bola menjadi sederhana dan berhasil mengedepankan kolektivitas sebelum permainan individu. Hal ini yang membuat perbedaan bagi tim kami.”
Sebelum menjadi arsitek Brasil, Tite adalah pelatih yang mengantarkan Corinthians mendapatkan dua gelar Liga Brasil Serie-A, Piala Libertadores, dan juga Piala Dunia Antar-klub.
Pria 55 tahun itu memiliki reputasi sebagai pria jujur yang tahu caranya memaksimalkan skuat dengan pemain-pemain yang memiliki kemampuan terbatas. (vws)