Salah satunya di tribune Makassar ketika PSM bertanding melawan Madura United. Spanduk besar "Kami #BelaPersebaya " tegak berdiri di atas tribun.
Aksi solidaritas dukung Persebaya dari para pendukung PSM Makassar. Foto: Twitter @Maczman_Ori |
Hal sama juga terjadi di Jawa Tengah. Kelompok suporter garis keras klub PSS Sleman, Brigata Curva Sud, melakukan aksi boikot di luar stadion Singaperbangsa dalam laga melawan Persita, sementara Persis Solo menggelar aksi dukungan di acara Car Free Day, Minggu (13/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara klub pendukung Madura United, K-Conk Mania, memboikot laga Madura United hingga Indonesian Soccer Championship berakhir. Keputusan tersebut diambil berdasarkan hasil rapat kepengurusan K-Conk Mania pada Jumat (11/11) malam.
Aksi solidaritas ini muncul setelah Kongres PSSI pada 10 November membatalkan agenda pengesahan status klub Persebaya dan tiga klub lainnya yaitu Arema Indonesia, Persiwangi Banyuwangi, dan Lampung FC.
Total 84 pemegang hak suara menolak pembahasan agenda tersebut, sementara 10 setuju, dan lima abstain.
Sebelumnya, pengesahan status Persebaya dan klub lainnya telah ditetapkan di rapat Komite Eksekutif PSSI (Exco) di Solo pada awal September silam.
Exco memutuskan Persebaya diterima kembali sebagai anggota PSSI dan akan mulai berkompetisi di Divisi Utama. Namun, pengesahan harus ditetapkan di Kongres.
Bonek menuntut PSSI menghargai keputusan Pengadilan Negeri (PN) Surabaya memenangkan gugatan Persebaya yang berada di bawah naungan PT Persebaya Indonesia atas logo dan merek klub Persebaya.
Dalam beberapa tahun terakhir merek dan logo tersebut digunakan Persebaya yang dikelola PT Mitra Muda Inti Berlian (MMIB). Persebaya MMIB kini telah berganti nama menjadi Bhayangkara Surabaya United setelah merger dengan PS Polri. (bac)
Aksi solidaritas dukung Persebaya dari para pendukung PSM Makassar. Foto: Twitter @Maczman_Ori