Bonus bernilai besar itu dijanjikan langsung oleh presiden federasi Somyot Poompunmuang. Namun ia mengingatkan, bonus besar tak boleh menjadi tujuan utama.
"Saya tahu bahwa semua hal bisa terjadi di pertandingan, tapi saya ingin mereka bermain dengan hati," kata Somyot seperti dikutip dari Sydney Morning Herald.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laga timnas Thailand ini adalah pertama kalinya pertandingan sepak bola digelar di dalam negeri setelah mangkatnya Raja Bhumibol Adulyadej. Suasana berkabung membuat kompetisi lokal dihentikan dan laga persahabatan timnas Thailand pun dibatalkan.
Kiatisuk mengatakan dirinya mengantisipasi pertandingan yang sukar melawan Australia.
"Laga-laga kualifikasi ini selalu berjalan sangat keras, sehingga ada peluang besar satu atau dua pemain terkena cedera," kata Kiatisuk.
Satu hal lain yang diantisipasi para pemain Thailand adalah masalah kepercayaan diri. Hal ini diungkapkan manajer tim nasional, Thavatchai Sajakul.
"Setiap kali kami bertanding melawan Australia, Jepang, Korea...mereka kehilangan kepercayaan diri -- ini yang saya sebut inferiority complex," kata Thavatchai.
Thailand punya tugas besar menanti setelah mengalami empat kekalahan beruntun di putaran final kualifikasi (babak ketiga) dan kini duduk di dasar klasemen Grup B dengan catatan minus sembilan gol. (bac)