Diakui Hasan, ada perbedaan nominal yang harus disetor sembilan klub yang sudah memastikan bergabung dalam kompetisi IBL 2017 dengan tiga klub yang masih dalam penjajakan itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang jelas lebih kecil nilainya [dibandingkan tiga tim lagi]," sebutnya ketika ditanya jumlah yang dibayarkan sembilan tim peserta.
Sembilan klub yang sudah dipastikan ambil bagian dalam IBL 2017 adalah Satria Muda Pertamina Jakarta, EMP Pelita Jaya Jakarta, Garuda Bandung, CLS Knight Surabaya, Bandung Utama, Hangtuah Sumsel, Pacific Caesar Surabaya, Satya Wacana Salatiga, dan Bima Sakti Niko Steel Malang.
Sedangkan tiga tim yang masih dalam proses penjajakan dengan manajemen IBL adalah M88 Aspac Jakarta, Stadium Happy 8 Jakarta, dan NSH Jakarta.
Aturan untuk Pemain Impor
Selain itu, Hasan pun mengungkapkan bahwa IBL 2017 akan menggunakan pemain impor. Namun, alokasi pemain impor itu akan diatur pihaknya.
"Pemain impornya liga yang atur semua, biar fair (harga pemain). Jadi bukan dari klub," ujar Hasan.
Artinya, jelas Hasan, mekanisme penentuan pemain asing di tiap-tiap klub peserta dilakukan oleh liga. Adapun mekanismenya, Hasan menjelaskan bahwa liga akan meminta empat agen yang masing-masing memberikan 20-30 nama pemain untuk dipilih klub peserta.
Jika agen sudah mengumpulkan nama-nama pemain, liga akan melempar nama-nama pemain impor tersebut ke klub peserta. Selanjutnya masing-masing klub diizinkan menggunakan dua pemain impor.
"Silakan mereka pilih. Jadi nanti pemain-pemain itu diberi batasan gajinya US$3 ribu," kata Hasan.
Selain itu, kata Hasan, liga juga membuka kesempatan bagi tim untuk menukar pemain sebelum IBL 2017 memasuki babak play-off. (kid)