Selain mencari juara gelaran kompetisi sepak bola yang disponsori minuman asal Jepang, dalam babak grand final pun akan ditentukan pemain terbaik turnamen.
Deputi II Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora, Raden Isnantan, dan Presiden PT Amerta Indah Otsuka, Yoshihiro Bando (kanan), berpose usai jumpa pers babak grand final kejuaraan futsal nasional, di Auditorium Kemenpora, Jakarta, 15 November 2016. (CNN Indonesia/Titi Fajriyah) |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kegiatan ini juga menjaga potensi atlet futsal Indonesia ke depannya, " sambung dia dalam konferesi pers di Auditorium Kemenpora, Jakarta, Rabu (16/11).
Sementara itu Deputi III Bidang Pembudayaan Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Raden Isnanta mengatakan pihaknya senang dan bangga akan keterlibatan swasta dalam mendorong kompetisi olahraga seperti futsal.
"Kemenpora tidak cukup leluasa dari sisi anggaran untuk menggerakkan semua pelajar di Indonesia. Melalui event ini, pelajar punya tempat untuk mengaktualisasikan kemampuan mereka di cabor futsal, " kata Isnanta.
Isnantan mengungkapkan saat ini perkembangan futsal di Indonesia saat ini begitu pesat dan menjanjikan dalam hal prestasi dibandingkan sepak bola lapangan. Postur tubuh pemain yang tidak terlalu tinggi menjadi kunci utama atlet futsal Merah Putih.
Gelaran kejuaraan nasional yang ketujuh tersebut diikuti 729 tim dari Sekolah Menengah Atas (SMA) dari 50 titik di 19 wilayah berbeda d wilayah Indonesia.
Ke depannya, kata Isnantan, Kemenpora berharap lebih banyak lagi wilayah yang terlibat untuk lebih meluaskan pembinaan dan pembibitan atlet futsal nasional.
(kid)
Deputi II Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora, Raden Isnantan, dan Presiden PT Amerta Indah Otsuka, Yoshihiro Bando (kanan), berpose usai jumpa pers babak grand final kejuaraan futsal nasional, di Auditorium Kemenpora, Jakarta, 15 November 2016. (CNN Indonesia/Titi Fajriyah)