Saat ini, kata Hasan, pihaknya akan menghitung ulang biaya yang dibutuhkan andai jumlah peserta bertambah dari rencana awal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sembilan klub yang sudah dipastikan ambil bagian di IBL 2017 yakni, Satria Muda Pertamina Jakarta, EMP Pelita Jaya Jakarta, Garuda Bandung, CLS Knight Surabaya, Bandung Utama, Hangtuah Sumsel, Pacific Caesar Surabaya, Satya Wacana Salatiga, dan Bima Sakti Niko Steel Malang.
Ketiga tim itu sejak awal belum memberikan kepastikan keikutsertaan karena belum bisa menerima persyaratan baru yang ditawarkan liga.
"Sejauh ini, ketiga klub sama-sama ingin ikut di IBL 2017. Saat ini kami sedang cari solusinya seperti apa. Aspac, Stadium, dan NSH sudah komitemen dengan sistem liga yang ada persyaratan tertentu, jadi kami akan mengakomodir itu," ungkap Hasan.
Terkait biaya yang harus di keluarkan ketiga klub untuk bisa berpartisipasi di IBL 2017, Hasan menyebut belum ada pembicaraan dengan ketiga klub terkait. Ia menegaskan, operator liga ingin menghitung terlebih dahulu rincian kebutuhan andai IBL 2017 diikuti 12 klub peserta.
Hasan merinci penghitungan ulang anggaran itu antara lain meliputi dana operasional selama musim 2017. Pasalnya, dengan bertambahnya peserta, jumlah game di setiap seri akan bertambah. Hal itu tentu saja berimbas jumlah hari yang akan dimainkan dalam seri di satu kota pada musim 2017 pun akan bertambah.
Dikontak secara terpisah, pemilik M88 Aspac Jakarta, Irawan Haryono mengatakan, tiga klub telah melakukan pertemuan lagi dengan IBL untuk membicarakan terkait keikutsertaan mereka dalam liga, Kamis (17/11).
"Hasilnya kami (tiga klub) ikut semua tidak masalah. Kemarin hanya ada miskomunikasi dan sudah diselesaikan. Sekarang mereka (operator liga) akan mematangkan dulu, menggodok lebih detail lagi supaya tidak pusing karena jadwalnya nempel dengan persiapan timnas. Semua ini kan supaya basket nasionalnya tidak terganggu," kata Irawan.
Sama halnya dengan Manajer Stadium Happy Jakarta, Gagan Rahmat. Ia memastikan Stadium bakal ikut jadi peserta di IBL 2017. Hanya saja, ia tidak bisa menjelaskan detail terkait biaya yang harus dibayarkan untuk menjadi peserta. (kid/ptr)