Wakil Presiden Indonesia Asian Games Organizing Committee (INASGOC), Gatot S. Dewa Broto, kepada CNNIndonesia.com menjelaskan sejak lama Tim Cagar Budaya belum mau menerima bahwa SUGBK perlu diberikan tangga darurat di sisi luarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Padahal alasan pembuatan ramp itu kalau ada kerusuhan, bencana harus dalam hitungan delapan menit mereka harus lari mengosongkan stadion utama. Sejauh ini pihak Satgas Infrastruktur Asian Games belum berani memutuskan karena harus ada izin dari tim agar budaya," kata Gatot melalui sambungan telepon.
"Contohnya seperti di Stadion Santiago Bernabeu di Madrid. Dari sisi luar seperti ada tambahan kuping, jadi kalau terjadi sesuatu bisa langsung turun dari atas stadion menggunakan eskalator atau tangga," jelasnya.
Namun, sebelum memutuskan, INASGOC dan Satgas Infrastruktur akan memastikan usulan mana dari sembilan yang diajukan IAI untuk dapat dibawa ke Tim Cagar Budaya.
Menurut Gatot, hal ini tidak berpengaruh pada proses renovasi GBK terutama dari aspek rencana waktu penyelesaian. Tapi, ia berharap persoalan ini harus bisa selesai secepatnya.
"Kami paham, cagar budaya keasliannya harus dijaga. Tapi di sisi lain ada tuntutan dari OCA (Dewan Olimpiade Asia) kalau ada 'apa-apa' kondisi daruratnya harus dibuktikan. Itu yang kita tidak punya di SUGBK," ujar Gatot.
"Tingkat keamanan SUGBK dianggap rendah menurut standar OCA dan IOC (Dewan Olimpiade Internasional). Selama ini INASGOC dan Satgas tidak ada masalah, kami satu kata. Kami, INASGOC akan memberikan semangat kepada Satgas supaya tidak bimbang," ucap Gatot. (har)