Sejak tahun 1957, kedua tim telah melakoni duel sebanyak 73 kali. Thailand mengoleksi 35 kemenangan sedangkan Indonesia hanya mengemas 24 hasil positif, sementara 14 pertandingan sisa berakhir imbang.
Kendati demikian, Kiatisuk tetap mewaspadai skuat Garuda yang diyakini sebagai salah satu tim terkuat di kawasan Asia Tenggara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelatih berusia 43 tahun itu mengaku sepak bola Indonesia sempat terhenti akibat sanksi FIFA pada dua tahun lalu. Namun, kekuatan tim Merah Putih dinilai mulai bangkit di tangan pelatih Alfred Riedl.
Laga menghadapi Thailand --juara Piala AFF 2014-- bisa menjadi penentu langkah Indonesia di ajang AFF kali ini. Langkah Boaz Solossa dkk terbilang berat jika tidak mereguk poin atas tim ‘Gajah Perang’.
Pasalnya, setelah meladeni Thailand, tim Merah Putih harus menghadapi tekanan tak kalah besar dari suporter tim tuan rumah Filipina (22/11) dan Singapura (25/11).
(vws)