Pada gol pertama Peerapat Notchaiya, Yanto Basna gagal melakukan halauan sehingga Chattong Sirod mendapatkan bola. Kesalahan bukan hanya pada Yanto Basna, melainkan juga pada pemain lainnya yang tak menutupi kedatangan Peerapat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gol kedua Thailand pun tercipta berkat kurang disiplinnya lini belakang. Ada lima pemain Indonesia di kotak penalti, namun tak mampu menghalau dua pemain Thailand.
Saat kondisi skor sudah 2-2, Indonesia coba tampil lebih disiplin di kotak penalti. Ada tiga pemain yang membayangi Theerathon Bunmathan saat pemain nomor tiga itu mulai merangsek masuk kotak penalti.
Saat bola dioper ke Sarach Yooyen, Fachrudin pun sudah siap mengantisipasi dengan membayangi Sarach. Tetapi pemain Indonesia luput memperhatikan lini kedua Thailand. Sarach dengan cermat mengirim bola pada Teerasil. Fachrudin sempat coba melakukan blok, namun Teerasil sudah punya cukup waktu untuk membidik bola ke pojok kanan gawang.
Gol penutup Thailand kembali menunjukkan kelemahan di lini belakang. Pergerakan Teerasil tak mendpatkan pengawalan berarti sehingga dia dengan mudah menceploskan bola masuk ke gawang.
Lini belakang Indonesia mutlak berbenah di dua laga tersisa. Tanpa lini belakang yang solid, maka Indonesia akan kesulitan meraih kemenangan di dua laga tersisa. (ptr)