Keikutsertaan pertama Kuba dalam Olimpiade di bawah Fidel Castro adalah saat Olimpiade 1960 di Roma, Italia. Tak ada medali yang disumbang kontingen Kuba yang terdiri atas 12 atlet tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah kegagalan di Olimpiade 1960, pada 1961, pemerintahan Kuba yang dipimpin Castro menciptakan Institut Olahraga Nasional, pendidikan fisik, dan rekreasi. Institut itu dibangun untuk mempromosikan olahraga kepada anak, orang dewasa, bahkan orang tua. Program negara itu pun sejalan dengan penambahan kualitas fasilitas olahraga, perlengkapan, serta penelitian dalam keilmuan olahraga.
Jumlah perolehan medali itu mengingkat lagi di Olimpiade 1976 Montreal, Kanada, dan Olimpiade 1980 Moskow, Rusia. Pada 1976 Kuba mendapat enam medali emas, empat medali perak, dan tiga medali perunggu. Kemudian di Rusia-yang saat itu Uni Soviet--Kuba meraih 20 medali yang terdiri atas delapan medali emas, tujuh medali perak, dan lima perunggu.
Di dua gelaran selanjutnya, Kuba bersama aliansi negara sosialis seperti Uni Soviet dan Jerman Timur memutuskan untuk memboikot Olimpiade 1984 dan 1988.
Kuba baru kembali lagi ikut Olimpiade di Barcelona pada 1992 silam. Absen di dua gelaran, membuat Kuba memberi kejutan. Kontingen atlet negara itu menyumbang 31 medali (14 emas, enam perak, dan 11 perunggu) sehingga finis di tempat kelima.
Daftar Perolehan Medali Olimpiade Kuba Pascarevolusi 1959
Olimpiade/Tahun ; Medali Emas - Medali Perak - Medali Perunggu
Roma/1960 (0-0-0)
Tokyo/1964 (0-1-0)
Mexico City/1968 (0-4-0)
Munich/1972 (3-1-4)
Montreal/1976 (6-4-3)
Moskow/1980 (8-7-5)
Los Angeles/1984 (boikot)
Tokyo/1988 (boikot)
Barcelona/1992 (14-6-11)
Kuba/1996 (9-8-8)
Sydney/2000 (11-11 perak-7)
Athena/2004 (9-7-11)
Beijing/2008 (2-10-12)
London/2012 (5-3 -7)
Rio/2016 (5-2-4)
"Olahraga di negara kita bukanlah sebuah instrumen politik, tetapi olahraga di negara kita ini sendiri berkonsekuensi pada revolusi," kata Fidel Castro saat menyambut kontingen atlet Kuba dari kejuaraan multiolahaga untuk kawasan Amerika Tengah dan Karibia pada 1996 silam.
Fidel Castro sendiri bukan tanpa sebab mendukung pengembangan prestasi olahraga Kuba. Pasalnya, pria yang terpengaruh ajaran Marxisme-Leinisme itu terpilih menjadi atlet terbaik di SMA-nya, Belen, pada 1945.
(vws)