Sehari sebelum gelaran laga semifinal Piala AFF yang mempertemukan Indonesia lawan Vietnam, PS TNI dijadwalkan memainkan laga kandang dengan menjamu Sriwijaya FC. Berdasarkan peraturan AFF, sehari sebelum pertandingan dimulai, lapangan sudah harus steril.
Namun, sampai saat ini pihak PS TNI menyebut belum ada kabar yang menyebut timnya harus pindah kandang sementara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semua masih tergantung AFF dan panitia timnas. Kemungkinan dalam 1-2 hari ini baru ada kepastian," imbuhnya.
"Pastinya laga tersebut tidak mungkin ditunda. Soalnya, mulai 2-16 Desember itu jadwal kami (PS TNI) sudah mepet. Ada lima pertandingan, mulai tanggal 2, 5, 9, 13 dan 16 Desember," tutur Edy.
Bila lokasi pertandingan dipindah, Edy menyebut kesiapan stadion pengganti harus diperhatikan dengan baik oleh PT GTS. Pasalnya pada 2 Desember bakal ada demonstrasi unjuk rasa lanjutan terkait kasus dugaan penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.
"Kami tidak masalah jika harus pindah. Kemungkinan ke Bekasi di Stadion Patriot. PSSI yang berkoordinasi dengan GTS juga harus memikirkan demo tanggal 2 Desember juga pengaruhnya ke laga kami jika memang harus dipindah."
"Tapi apapun ceritanya, apapun yang diputuskan manajemen kami siap menjalankan," kata Edy. (ptr/ptr)