Menurut sang pelatih, Kiatisuk Senamuang, hal ini terjadi ketika Thailand sukses menembus semifinal Asian Games 2014.
Di fase grup, Thailand yang tergabung dengan Indonesia, Maladewa, dan Timor Leste memuncaki klasemen dengan tiga kemenangan, mencetak 11 gol dan tanpa kebobolan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Para pemain menjadi terkenal meski kami pulang tanpa piala dan medali," kata Kiatisuk.
Menurut Kiatisuk, kesuksesan Thailand membuat merek-merek produk olahraga, pakaian, alat elektronik, dan perusahaan makanan dan minuman kemudian merekrut para pemain tim Gajah Perang. Wajah Kiatisuk juga terpampang di banyak papan iklan di berbagai pelosok Thailand.
"Sebelumnya, jika sponsor-sponsor Thailand mencari wajah untuk mewakili produk mereka, maka mereka akan memiliki penyanyi dan aktor. Sekarang mereka mencari pesepak bola," ujar Kiatisuk.
"Sekarang mereka menjadi para pesepak bola. Ini bagus untuk para pemuda Thailand karena kini mereka tahu bahwa jika mereka berlatih keras, mereka bisa menjadi bintang yang besar dan melihat wajah mereka sendiri di iklan."
Meski demikian, Kiatisuk mewanti-wanti agar kesuksesan tersebut tidak membuat para pemainnya lengah. Ia juga menerapkan peraturan yang ketat bagi para pemainnya, yaitu tidak boleh merokok, minum, berpesta, judi, atau bermain kartu.
"Jika salah satu staf, media, atau saya sendiri memergoki mereka melanggar aturan tersebut, mereka harus angkat koper dan pulang."
Kiatisuk dan timnas Thailand kini bersiap menghadapi tuan rumah Myanmar di semifinal pertama Piala AFF 2016 yang akan digelar 7 Desember mendatang. (vws/vws)