"Belum tahu berapa dari angkat besi yang terkena (doping)," kata Alamsyah melalui sambungan telepon kepada CNNIndonesia.com, Selasa (29/11).
Angkat besi Indonesia pernah disebut sebagai cabang yang punya potensi besar untuk mencetak atlet kelas dunia. Natural dan masih bebas dari doping disebut sebagai salah satu indikasi potensi tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di PON 2012 Riau pernah kena doping satu orang, tapi ternayata narkoba," sebutnya.
Sekadar informasi, Indonesia memang belum memiliki laboraturium untuk melakukan tes doping sehingga tes resmi dilakukan di India.
Jelas Alamsyah yang juga merupakan Tehnical Delegate Angkat Besi di PON 2016 itu jika nanti hasil resminya sudah ia dapatkan, pihaknya juga akan memeriksa ulang semua hasilnya. Pasalnya, pihaknya tidak bisa mengatakan bahwa itu doping tanpa ada penjelasan rinci di belakangnya.
"Kami tidak bisa mengumumkan doping saja, tapi juga harus kasih tahu jenis dopingnya apa, kenapa dan bagaimananya. Mesti jelas analisisnya," bebernya.
Setelah diketahui data-data jelas hasil analisis dan tes, Alamsyah menyebut akan melakukan investigasi lebih lanjut untuk menentukan hukuman yang pas bagi para pengguna doping.
Sebelumnya, diberitakan ada sekitar 12 botol urine atlet PON yang terindikasi doping. Sampel positif itu diduga datang dari cabang berkuda, menembak, angkat besi dan binaraga. (bac)