Duka Klub Brasil, Tragedi Torino dan Munich Terulang Kembali

Reuters, CNN Indonesia | Rabu, 30/11/2016 10:41 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Kecelakaan pesawat yang menimpa tim Chapecoense juga pernah dialami klub Torino pada 1949 dan Manchester United di Munich pada 1958.

Kecelakaan pesawat bernomor penerbangan CP2933 menewaskan 71 penumpang dan hanya enam orang yang selamat dari daftar manifes pesawar yang menuju ke Kolombia. (REUTERS/Jaime Saldarriaga)
Kecelakaan pesawat bernomor penerbangan CP2933 juga menewaskan para pemain dan oisial klub Brasil Chapecoense yang jadi penumpang. (REUTERS/Fredy Builes)
Tim SAR gabungan Kolombia melakukan upaya evakuasi korban meninggal dan penyelamatan terhadap korban yang selamat karena kecelakaan pesawat di Kolombia. (REUTERS/Jaime Saldarriaga)
Para jenazah korban pesawat ke Kolombia langsung dievakuasi dari lokasi kejadian di dekat Kota Medellin. Sebanyak 71 penumpang tewas dilaporkan dalam kecelakaan tersebut. (REUTERS/Jaime Saldarriaga)
Satu penumpang kecelakaan pesawat yang selamat segera mendapatkan penanganan medis dari petugas rumah sakit di Kota Medellin, Kolombia. (REUTERS/Guillermo Ossa)
Puluhan ribu fan klub Chapecoense di Chapeco yang menangis histeris meratapi tragedi kecelakaan yang menimpa tim mereka. Chapecoense sejatinya ke Kolombia untuk laga final Copa Sudamericana menghadapi Atletico Nacional, Rabu (30/11) waktu setempat. (REUTERS/Paulo Whitaker)
Duka fan Chapecoense. Klub-klub Serie A Brasil meminta jangan ada degradasi untuk tim tersebut musim ini. Klub tersebut bahkan diusulkan juara Copa Sudamericana 2016 setelah laga final ditunda. (REUTERS/Paulo Whitaker)
Para suporter menggelar seremoni mengenang para pemain Chapecoense yang menjadi korban kecelakaan pesawat. Chapecoense merupakan klub fenomenal yang merintis langkah mereka dari Divisi Utama hingga bisa ke final Copa Sudamericana tahun ini. (REUTERS/Paulo Whitaker)
Fan Chapecoense tampak terpukul dengan kecelakaan pesawat yang menimpa klub mereka. Fan itu mengenang para pemain inti klub tersebut di ruang ganti. Kecelakaan ini seolah mengingatkan tragedi jatuhnya pesawat yang pernah menimpa Torino pada 1949 dan Manchester United pada 1958. (REUTERS/Paulo Whitaker)