Penampilan Kurnia Meiga itu tidak terlalu buruk. Banyak penyelamatan gemilang dilakukan kiper Arema Cronus itu. Namun, gawang Indonesia kebobolan tujuh gol di tiga pertandingan Grup A.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lawan Vietnam, saya sarankan kepada pelatih (Riedl) apa yang saya tahu. Vietnam mainnya tidak main umpan silang, mereka memanfaatkan dua pertahanan kami di depan kiper, artinya main umpan terobosan," ujar Gatot.
Meski begitu, Gatot tetap mempersiapkan seluruh kiper yang ada dengan sebaik-baiknya. Meski Andritany dan Teja Paku Alam belum bermain, Gatot tetap menyiapkan kebugaran, teknik, dan taktik ketiga Timnas Indonesia.
"Keputusan ada di Riedl, namun saya ungkapkan kelebihan masing-masing. Silakan dia mau pakai siapa atau pakai taktik apa, selama ini pilihan penjaga gawang adalah pilihan dia," ucap Gatot.
Jaga Mental Meiga
Gatot mengatakan sesungguhnya Riedl telah mengetahui kerisauan suporter timnas Indonesia terhadap permainan Kurnia Meiga. Namun, Gatot berusaha menjaga kiper yang mengantarkan Arema juara ISL 2010 tersebut.
"Wajar jika masyarakat kritik. Soal kritik dari masyarakat saya tegaskan ke Meiga, 'Meiga, masyarakat meragukan kamu. Tapi saya tidak meragukan kamu. Mari tunjukkan ke masyarakat biar tidak ragu. Sekarang buktikan kepada saya dan masyarakat'," ucap Gatot.
Gatot juga memberikan pujian kepada Andritany yang bisa menerima keputusan Riedl untuk mencadangkannya.
"Saya salut akan mental Andritany karena tetap tabah, dia tetap berlatih dan menunjukkan sikap bila dibutuhkan. Dia juga selalu dukungdan bantu Meiga saat pemanasan. Saya salut, tinggal waktu saja yang akan menentukan kapan dia akan turun," ujar Gatot. (har)