Jelang partai tersebut, satu dari tiga kiper dalam skuat timnas Indonesia, Andritany Ardhiyasa, menyatakan Vietnam adalah lawan yang sulit. Tim yang melibas seluruh poin dari penyisihan Grup B itu dinilai Andritany memiliki karakter permainan yang cepat. Dan, para pemain bertahan Indonesia, lanjutnya, harus mewaspadai operan-operan bola tim dengan julukan The Golden Star tersebut.
"Vietnam bermain sangat cepat dan yang patut diwaspadai adalah bola-bola umpan terobosan mereka," tukas Andritany dalam jumpa pers jelang laga leg pertama semifinal Piala AFF 2016 di Sentul, Bogor, Jumat (2/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian, dalam laga uji coba tandang di Hanoi, timnas Indonesia kalah 2-3 dari Vietnam. Dalam laga yang berlangsung pada 8 November 2016 itu, kiper yang menjaga gawang Indonesia adalah Kurnia Meiga Hermansyah.
Namun, jelang laga semifinal ini, Riedl menyatakan masih merahasiakan kiper yang akan ia pakai meskipun dalam jumpa pers membawa serta Andritany.
Sementara itu Andritany menyatakan, permainan di lapangan adalah permainan tim termasuk ketika kebobolan oleh gol lawan.
"Kesalahan bukan hanya pada kiper atau pemain belakang. Tapi kesalahan bersama dalam bertahan dari depan ke belakang," kata kiper berusia 24 tahun tersebut.
Jelang leg pertama semifinal Indonesia vs Vietnam, Riedl kehilangan dua bek sentral karena akumulasi kartu yakni Fachrudin Ardiyanto dan Rudolof Yanto Basna. (kid)