Upayanya itu pun tak sia-sia. Berkat permainan konsistennya menyisir sisi lapangan membuat serangan Indonesia tetap mengalir di tengah serbuan para pemain Vietnam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para pemain timnas Indonesia pun sempat protes, namun wasit hanya memberikan pemain Vietnam itu kartu kuning.
“Menurut saya, Vietnam pun seharusnya mendapatkan satu kartu merah akibat pelanggaran tersebut.”
Terlepas dari permainan kasar tersebut, Andik tetap mengaku senang para pasukan Garuda mampu menjalankan misi menang di kandang.
“Tapi jangan cepat berpuas dulu karena masih ada perjuangan lebih berat lagi di Vietnam (pada leg kedua semifinal Piala AFF).”
Kemenangan 2-1 Indonesia memang sebenarnya kurang ideal. Pasalnya, Vietnam tetap mampu mencetak satu gol tandang. Artinya, Indonesia bisa tersingkir jika Vietnam menang 1-0 atas tim arahan Alfred Riedl.
Meski demikian, Andik tetap optimistis skuat Merah Putih mampu meraih hasil positif di Vietnam nanti. Minimal skuat Garuda tidak kalah di Stadion My Dinh, markas Vietnam.
“Kami mohon doanya kepada seluruh bangsa Indonesia agar timnas mampu lolos ke final.”
“Saya juga sangat senang dan terharu dengan dukungan luar biasa para suporter timnas Indonesia. Inilah yang kami harapkan sehingga kami bisa menang berkat dukungan luar biasa dari rakyat Indonesia.” (jun)