Wakil Ketua Umum KONI Pusat, Suwarno, mengakui bahwa mewujudkan hal itu bukan pekerjaan yang mudah tapi mereka akan terus memperjuangkannya agar tak diklaim negara lain.
"Pencak silat berada di UNESCO itu kan keinginan dari para anggota pengurus pencak silat di Indonesia itu sendiri. Untuk menuju ke UNESCO, harus menyiapkan banyak hal. Yang pertama terkait dengan bukti-bukti peninggalan sejarah yang akan digunakan untuk meyakinkan pihak UNESCO bahwa pencak silat ini benar-benar milik bangsa Indonesia," kata mantan ketua Satlak Prima tersebut kepada para wartawan di Inna Grand Bali Beach Hotel, Minggu (4/12) siang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, Indonesia sendiri baru memiliki empat budaya yang resmi terdaftar di UNESCO yaitu wayang, keris, batik, dan angklung. Indonesia jauh tertinggal dari Jepang yang telah mendaftarkan 22 budayanya di UNESCO atau Iran yang memiliki delapan.
"Ditulis dalam satu buku, sehingga itu akan dapat dibaca generasi penerus. Jangan sampai Indonesia kehilangan sejarah dan sebagainya," ucapnya melanjutkan.
Saat ini di Bali berlangsung Kejuaraan Dunia Pencak Silat yang diikuti atlet 40 negara. Dibbuka pada Sabtu (312) malam, kejuaraan itu berlangsung lima hingga
(vws)