Menjadi Kabid Binpres tentu bukan tugas ringan bagi Susy. Peraih medali emas Olimpiade Barcelona 1992 tersebut pun sudah menyadari hal itu. Bagaimana pandangan Susy mengenai tugas barunya ini, berikut wawancara Susy dengan CNNIndonesia.com:
Bagaimana proses awal sampai akhirnya bersedia jadi Kabid Binpres PBSI?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada alasan lain sampai akhirnya menerima tawaran jadi Kabid Binpres?
Dengan menerima posisi Kabid Binpres, saya sadar bahwa saya harus meluangkan waktu lebih banyak dan lebih aktif dibandingkan saat saya jadi staff ahli Binpres di periode sebelumnya. Saya siap untuk itu.
Komentar anda tentang kepengurusan sebelumnya?
Karena saya juga terlibat di dalamnya, maka saya tahu pasti perkembangan yang terjadi dalam empat tahun terakhir. Hal-hal baik yang ada pasti akan dilanjutkan, sedangkan yang masih kurang tentu bakal diperbaiki.
Apa yang bakal anda lakukan dalam waktu dekat?
Saya harus segera menentukan susunan tim pelatih untuk periode ke depan. Saya harus gerak cepat dalam waktu dua minggu ke depan untuk berdiskusi dengan pelatih karena ada proses promosi-degradasi di awal tahun.Saya ingin semuanya sudah siap di awal tahun.
Apa target besar untuk periode empat tahun mendatang?
Target besar adalah mempertahankan medali emas Olimpiade 2020, setelah itu meraih gelar sebanyak-banyaknya di turnamen individu.
Untuk turnamen beregu memang kondisinya agak lebih sulit saat ini, namun mental bertanding beregu pasti berbeda dengan perorangan dan itu yang bakal kami upayakan. Yang terdekat, ada Piala Sudirman di tahun 2017 dan kami bakal mempersiapkan diri sebaik mungkin.
Susy Susanti adalah legenda tunggal putri. Bagaimana melihat kondisi tunggal putri saat ini?
Saya harap dalam dua tahun ke depan, Indonesia sudah memiliki pemain tunggal putri yang bisa masuk ke 10 besar atau bahkan melesat ke posisi lima besar.
(ptr)