Prabowo menjadi calon tunggal dalam Musyawarah Nasional IPSI XIV di Bali, Sabtu (4/12) siang. Hal ini ototmatis membuatnya terpilih secara aklamasi dari 10 perguruan historis, 6 perguruan besar, dan 34 pengurus provinsi.
"Anda bisa lihat sendiri bagaiman IPSI selama ini, mundur atau tidak? Pergantian pemimpin yang terus-menerus juga kan tidak menjamin ada kemajuan. Silat ini bukan budaya demokrasi murni, kami bicara soal musyawarah mufakat," kata Edhy di sela-sela Munas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
IPSI, ucap Edhy, tidak melakukan intervensi dalam proses pemilihan ketua umum periode berikutnya.
Prabowo pertama terpilih menjadi Ketum PB IPSI pada 2004 silam. Pesaing Joko Widodo dalam pemilihan presiden Indonesia pada 2014 lalu tersebut telah menjadi Ketum PB IPSI selama tiga periode.
Periode ketiga kepemimpinan dirinya dikukuhkan dalam Munas PB IPSI di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), 27 Februari 2012.
"Usia beliau sudah diatas 60-an, beliau berhak istirahat. Tapi beliau tidak ingin kerja sama dan kebersamaan yang luar biasa bagus selama ini rusak hanya karena orang-orang yang tidak bertanggungjawab.
"Penerus setelah Pak Prabowo? Ada, pasti banyak pilihannya dan beliau pasti sudah menyiapkan," ujar Edhy. (jun)