Film 'The Raid' Inspirasi Pesilat Inggris

Arby Rahmat, CNN Indonesia | Selasa, 06/12/2016 23:05 WIB
Film 'The Raid' Inspirasi Pesilat Inggris Film laga 'The Raid' jadi inspirasi Djibrill Aoudou untuk menekuni silat. (CNN Indonesia/Arby Rahmat Putratama)
Bali, CNN Indonesia -- Film laga 'The Raid' yang disutradarai Gareth Huw Evans jadi inspirasi Djibrill Aoudou untuk menekuni silat. Pesilat asal Inggris itu pun ikut terjun pada Kejuaraan Dunia Pencak Silat 2016 di Bali.

"Alasan saya belajar silat itu sederhana, saya menonton The Raid dan tertarik berlatih silat. Sudah hampir dua tahun saya belajar silat di London," kata Aoudou kepada CNNIndonesia.com, Selasa (6/12).

Bila Iko Uwais yang merupakan aktor utama dalam film itu dapat menumbangkan seluruh musuhnya, sementara Aoudou harus terhenti langkahnya di babak penyisihan usai kalah telak 0-5 dari pesilat Indonesia Eko Febrianto.


"Jelas Indonesia benar-benar bagus. Saya harus berlatih lebih keras lagi. Tapi Anda selalu memiliki peluang untuk dapat jadi lebih baik lagi di masa mendatang,” kata pria berusia 33 tahun tersebut.

“Saya tidak akan katakan saya bangga karena kalah dari Indonesja, tapi kekalahan itu akan jadi pengalaman berharga untuk kami. Karena semua orang mengakui Indonesia hebat di pencak silat," katanya menambahkan.

Aoudou pun menceritakan ia hanya memiliki sedikit waktu persiapan untuk mengikuti kejuaraan dunia tersebut.

"Kami berlatih selama dua pekan di Thailand, karena saya juga bekerja pada waktu yang sama. Saya bukan seorang atlet sepenuhnya, karena di Inggris tak banyak orang yang memberikan seluruh waktunya untuk silat. Kalau ada waktu senggang, baru saya pergi berlatih," ucap Aoudou.

"Saya seorang insinyur teknik informatika, biasanya saya berlatih silat selama dua jam dalam satu pekan," ucapnya melanjutkan..

Kendati begitu, Aoudou yakin dapat kembali dengan kualitas ilmu silat yang lebih baik di Kejuaraan Dunia berikutnya. Ia mengaku hanya memiliki satu kesempatan terakhir untuk mengikuti kejuaraan dunia mengingat usianya yang sudah menginjak 33 tahun.

"Saya ingin jadi juara dunia, tapi saya harus berlatih lebih keras. Khususnya untuk bertarung melawan Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand. Kita perlu memasang target yang tinggi agar termotivasi. Itu baik untuk perkembangan diri kita sendiri," ujar Aoudou. (jun)


ARTIKEL TERKAIT