Saat ini, Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) menempatkan 16 atlet menjalani latihan di Bali sejak 8 November lalu. Sebelumnya, atlet-atlet nasional Indonesia lebih sering menjalani latihan di Hotel Cikini karena keterbatasan sarana di kompleks Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) akan mengevaluasi hasil pelatnas di Bali terhadap performa atlet sebelum menentukan langkah selanjutnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak Agustus lalu, Kemenpora dan Satlak Prima mengembangkan sentralisasi pelatnas bagi beberapa cabang olahraga prioritas. Jika, balap sepeda dan renang diusulkan dipusatkan di Bandung, cabang seperti angkat besi, panahan, atau bela diri akan dipusatkan di Cibubur.
Untuk itu, PB PRSI terus berkoordinasi dengan Satlak Prima untuk menentukan lokasi paling memungkinkan.
"Menurut kami mungkin Bandung bisa jadi tempat yang tepat karena berada di dataran tinggi yang sangat bagus untuk meningkatkan VO2 Max. Ini sangat bagus untuk perenang jarak jauh," kata Harlin.
"Tapi kami juga harus tetap mempertimbangkan segala macam aspek, baik teknis maupun psikologi anak. Itu penting supaya hasilnya bisa maksimal," katanya. (vws)