Namun Dovizioso justru antusias dengan perubahan yang ada di timnya. Ia menilai perubahan di Ducati memang mutlak dilakukan usai sejumlah insiden yang terjadi di tim tersebut musim lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pergantian rekan setim kemudian jadi hal positif bagi semuanya. Kami mengakhiri musim dengan nyaris berada di performa terbaik dan hal ini bisa jadi motivasi untuk berpikir hal besar di musim depan," kata Dovizioso seperti dikutip dari Motorsport.
"Dia memang jadi pemicu saya untuk tampil lebih bagus karena dia adalah pebalap yang sangat cepat. Saya suka dirinya sebagai rekan setim saya."
"Namun perilaku Andrea Iannone dalam hal menghormati orang lain, ia tak punya hal itu," tutur Dovizioso.
Pada musim lalu, Iannone sempat menabrak Dovizioso di GP Argentina. Padahal saat itu, keduanya tengah berada di posisi tiga besar. (ptr)