Ketika itu Vietnam yang berstatus sebagai tuan rumah jadi favorit kuat untuk jadi juara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di babak semifinal, Vietnam mampu memukul Thailand dengan skor telak 3-0.
Kesempatan kedua Riedl menjejakkan kaki di final Piala AFF ada pada edisi 2010. Saat itu Riedl kembali menangani tim tuan rumah, Timnas Indonesia.
Pada edisi 2010, Timnas Indonesia menunjukkan penampilan yang gemilang dan diyakini bakal jadi calon juara.
Di babak penyisihan, Timnas Indonesia menghajar Malaysia dengan skor 5-1, membungkam Laos 6-0, dan menang atas Thailand 2-1.
Performa Timnas Indonesia di semifinal juga cukup meyakinkan karena mampu menyisihkan Filipina dengan agregat 2-0.
Sayangnya penampilan cemerlang itu anti-klimaks di partai puncak. Indonesia kalah 0-3 di hadapan Malaysia saat bertandang ke Kuala Lumpur.
Kemenangan 2-1 di leg kedua pun tak cukup bagi Indonesia untuk jadi juara Piala AFF.
"Di tahun 1998, kami (Vietnam) kalah di final karena kami tidak beruntung."
"Sedangkan pada tahun 2010 kami (Indonesia) memiliki tim terbaik di turnamen tersebut namun kembali gagal juara," ucap Riedl.
Berbeda dari dua kesempatan sebelumnya saat tim yang diasuh Riedl berstatus sebagai tim favorit, kehadiran Timnas Indonesia di final AFF 2016 ini merupakan tim kejutan.
Timnas Indonesia sukses masuk ke babak final dalam turnamen perdana yang mereka ikuti usai lepas dari sanksi FIFA. Timnas Indonesia berhasil lolos dari grup neraka dan mengalahkan salah satu favorit juara, Vietnam, di babak semifinal.
"Sebelumnya tak ada yang memperhitungkan kami dan percaya kami bisa mencapai final."
"Namun kami sukses melangkah sejauh ini dan punya kesempatan untuk membuat sejarah," kata Riedl. (har)