Jika 12 tahun lalu Boaz tampil sebagai remaja 18 tahun yang terkenal karena keganasannya di depan gawang dan mengantarkan Indonesia ke final, saat ini ia mengemban ban kapten. Penyerang kesebelasan Persipura Jayapura itu pun sedih dengan kegagalan keduanya.
"Sangat kecewa dan sempat teteskan air mata karena saya dan Beny Wahyudi sebagai pemain senior tidak bisa membawa juara," kata Boaz setelah pertandingan. "Sudah dua kali di AFF, mungkin Tuhan belum izinkan, tapi suatu saat mungkin Indonesia bisa juara."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tim yang dijuluki Gajah Perang itu juga menyapu bersih penghargaan mulai dari Sepatu Emas yang direbut Teerasil Dangda, pemain terbaik diambil Chanatip Songkrasin, dan juga tim paling bersih karena hanya mendapatkan empat kartu kuning dari tujuh laga.
"Saya kira kami sudah memberikan yang terbaik karena di Indonesia kami sudah menang 2-1. Apapun yang terjadi, saya dan teman-teman harus mengakui (kekalahan) karena mereka punya kualitas yang cukup bagus."
"Mereka persiapan sudah sangat lama sekali padu satu sama lain dan kami tidak sangka saya dan teman-teman bisa masuk final, karena di fase grup saja Thailand dan Filipina yang diunggulkan." (vws)