Kontrak Kiatisuk sendiri akan habis pada Februari tahun depan.
"Di samping para pemain yang harus mendapat pujian karena telah memenangi Kejuaraan ASEAN, kami harus memuji kerja tim kepelatihan. Zico (pangilan Kiatisuk) tentu saja pria yang taktiknya kami kagumi," kata presiden FAT, Somyot Poompanmuang, seperti dikutip dari The Nation.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kiatisuk Senamuang sendiri memegang rekor sebagai satu-satunya sosok yang berhasil merebut Piala AFF sebagai pemain dan pelatih. Ketika masih merumput, ia mengantarkan Thailand jadi juara pada edisi tahun 2000, 2002, dan 2004, sementara sebagai arsitek tim ia merebutnya pada 2014 dan 2016.
Di bawah tangan dingin pria 43 tahun itu, Thailand juga menjadi satu-satunya negara Asia Tenggara yang lolos ke fase terakhir kualifikasi Piala Dunia 2018. Meski demikian, mimpi Piala Dunia Thailand kini berada di ujung tanduk setelah mereka menelan empat kekalahan, satu kali imbang, dan kini duduk di peringkat terakhir Grup B.
Pada 207, Thailand sendiri akan menghadapi lima laga kualifikasi Piala Dunia 2018 dengan di antaranya di markas sendiri.
(vws)