"Angka yang cukup fantastis. Saya rasa denda akibat pelanggaran disiplin lebih dari Rp3 miliar," kata Joko dalam jumpa pers musim terakhir ISC 2016, Rabu (21/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui, Persija berkali-kali dikenakan sanksi dari Komdis ISC akibat ulah suporter. Baik soal penggunaan cerawat saat pertandingan berlangsung maupun ricuh antara suporter dan pihak kemanan.
Sehingga, pembayaran sanksi bisa langsung dipotong dari dana komersial tersebut.
"Kami tidak menemui kesulitan. Masing-masing Klub mendapatkan kontribusi komersial yang diberikan di ujung musim berdasarkan pembagian rating televisi dan kinerja di kompetisi," jelas Joko yang juga merupakan Wakil Ketua Umum PSSI tersebut.
Sementara itu, GTS juga akan melaporkan transparansi keuangan ISC 2016 dalam RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) yang rencananya digelar pertengahan Januari 2017.
Seperti janjinya, GTS berupaya untuk transparan dalam soal keuangan, baik itu pemasukan dan pengeluaran termasuk dari hak siar.
Nantinya, uang hasil denda sanksi klub selama ISC 2016 akan menjadi salah satu yang dilaporkan di RUPS. Uang itu disebut Joko bisa jadi salah satu modal untuk melakukan ekspansi pengembangan kompetisi ke depannya.
"Mudah-mudahan, uang ini cukup untuk melakukan pengembangan untuk meminimalisir pelanggaran disiplin. Kami sangat fokus untuk menentukan ke mana denda ini akan disalurkan."
"Ini adalah kewajiban ketaatan regulasi, jadi tidak akan menunggu lama untuk menentukannya. Setidaknya sampai pertengahan Januari saat RUPS pemegang saham mendapatkan laporan dari kami," ujarnya.