"Pindah ke mana rencananya?" kata Imam membalikkan pertanyaan ketika dikonfirmasi CNNIndonesia.com melalui pesan singkat, Kamis (22/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini kondisi tempat pelatnas angkat besi di Olympic Center, Cibubur, dianggap tak layak karena lantai yang sering rusak akibat tertimpa beban yang beratnya lebih dari 100 kilo gram setiap hari.
"Bagus kalau begitu (Ketua Umum mau menanggung biaya). Tapi, saya tunggu laporan dari rapat di Satlak Prima dulu. Akan dilihat dulu, " kata Imam memberikan rambu.
Pengakuan tidak nyaman juga datang dari Eko Yuli Irawan yang menyumbangkan medali perak Olimpiade 2016 Rio de Janeiro. Ia menceritakan bahwa sudah dua kali tempat latihannya dibetulkan karena lantai rusak akibat beban berat dari besi yang diangkat atlet.
Hal itu membuat Eko dan pelatnas angkat besi lain tidak nyaman. Bahkan, ada tiga lifter putri yang saat ini belum ikut bergabung di pelatnas.
"Ya, tidak nyaman. Tapi mau bagaimana. Kami suka mengeluh ke pelatih, nanti pelatih bicara dengan manajer untuk disampaikan ke Satlak Prima. Tapi masa mau ngeluh terus. Kami diminta sabar sampai akhir Januari di sini," kata Eko.
(vws)