Djadjang bisa mengikuti kursus demi mendapatkan lisensi A AFC atas biaya manajemen Persib. Umuh juga memastikan Djadjang akan tetap melatih Persib musim depan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kepergiannya dibiayai klub dan dia masih melatih Persib musim depan. Kalau tidak di Persib, untuk apa kami kirim dia ke Thailand?" sambungnya.
Torehan itu ia ulangi kembali ketika menjadi pelatih. Djadjang membawa Firman Utina dan kawan-kawan menjuarai Liga Super Indonesia 2014 dengan lagi-lagi mengalahkan tim asal Papua di final, Persipura Jayapura. Sebuah drama adu penalti membawa Persib menjadi juara dan mengakhiri puasa gelar selama 20 tahun.
Musim ini di bawah asuhan Djanur, Persib berakhir di peringkat kelima klasemen akhir Indonesia Soccer Championship (ISC) dengan perolehan 55 poin. Terpaut 13 poin dari Persipura yang menjadi juara. Kendati begitu, Umuh cukup puas dengan pencapaian tersebut.
"Persib kemarin terseok-seok, butuh perbaikan semua. Salah satunya dengan menambah pemain baru. Tapi kemarin itu sebenarnya sudah sesuai target karena saya inginnya Persib tidak keluar dari lima besar," kata Umuh. (bac/har)