Dalam laga itu Sturridge masuk sebagai penyerang pengganti untuk mengisi pos yang semula diisi Divock Origi ketika masa pertandingan masuk menit ke-70.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gol itu didapat Sturridge setelah ia berhasil merebut bola blunder Ryan Shawcross dan mengecoh kiper Stoke, Lee Grant.
“Gol dia sungguh luar biasa, sebuah insting yang spesial yang ia miliki. Anda tidak bisa mengajarkan itu. Itu adalah gerkan spekulasi di sana [dan berharap pada operan ke belakang]. Itu sebuah gol yang luar biasa.”
Klopp pun berharap Sturridge bisa fit terus, pasalnya Liverpool membutuhkan tenaga baru di lini depan karena Sadio Mane akan pergi membela timnas Senegal di Piala Afrika.
Tentang laga melawan Stoke, Klopp menilainya sebuah pertandingan yang sulit. Apalagi para mantan pemain Liverpool yakni Peter Crouch di lini depan, Joe Allen di lini tengah, dan Glen Johnson di lini belakang tampil merepotkan 'The Reds'.
“Peter Crouch dimainkan sejak awal menunjukkan tanda mereka ingin menyerang. Kami bisa saja lebih baik dalam bertahan. Namun, bola-bola jauh selalu sulit untuk diadang, jadi ini [pertandingan] yang sulit,” tukas Klopp.
Dalam laga itu Liverpool sempat tertinggal lebih dulu pada menit ke-12 lewat sundulan Jonathan Walters. Namun saat jeda minum babak partama, Liverpool berhasil berbalik unggul lewat dua gol luar biasa yang dicetak Adam Lallana dan Roberto Firmino.
Di babak kedua Liverpool kembali mendulang gol lewat aksi bunuh diri Gianeli Imbula dan gol Sturridge.
Kemenangan itu mengantarkan Liverpool kembali merebut posisi kedua klasemen Liga Inggris yang sebelumnya selama sehari dipegang Manchester City. (kid)