Secara resmi, Kemenpora melalui Deputi 4 Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Gatot S Dewa Broto telah mengirimkan surat pada Selasa (27/12) kepada Direktur Utama PT. GTS. Menurut Gatot, turnamen ISC 2016 bisa berjalan lantaran adanya rekomendasi dari Kemenpora pada akhir April 2016.
Sebab itu, Kemenpora mengingatkan agar laporan kegiatan pelaksanaan ISC 2016 untuk segera disampaikan kepada Menpora.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
PT GTS juga diminta Kemenpora untuk tetap mematuhi UU No 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional dan Peraturan Lisensi Klub FIFA, Peraturan Lisensi Klub AFC dan Peraturan Lisensi Klub PSSI.
Laporan pertanggungjawaban ini dibutuhkan karena selama bergulirnya turnamen banyak terjadi insiden.
Sebut saja mulai dari kejadian konflik di Stadion Utama Senayan antara suporter Jakmania dengan aparat Polda Metro Jaya pada 24 Juni 2016, kerusuhan saat pertandingan antara PSS Sleman dengan Persinga Ngawi di Stadion Maguwoharjo, Sleman Agustus 2016.
Selain itu ada aksi pengeroyokan fan Maung Bandung, Muhammad Rovi, hingga tewas beberapa jam jelang pertandingan Persib menjamu Gresik United di Stadion Wibawa Mukti, 22 Oktober 2016.
Total hingga empat suporter meninggal dunia akibat aksi kekerasan antarsuporter selama gelaran ISC A.
Begitu pula persoalan validitas sejumlah pemain asing yang merebak kontroversinya sejak akhir Agustus 2016.
"Semuanya direspons dengan cukup baik oleh PT GTS kepada Kemenpora. Maka Kemenpora pun memandang penting untuk meminta laporan pertanggung-jawaban kegiatan ISC 2016, sebagai bahan referensi bagi Pemerintah maupun PSSI untuk kompetisi PSSI di tahun 2017," jelas Gatot.
"Kami mau laporan objektif terkait tingkat sportivitas setiap klub. Sejauh mana tanggung-jawab setiap tuan rumah dalam menyelenggarakan pertandingan, karena ini belajar dari kasus kejadian pertandingan di Stadion Utama Senayan 24 Juni 2016 yang berdampak adanya kerusuhan setempat," bebernya.
Kemenpora juga menyebut membutuhkan laporan pemberlakuan petunjuk keamanan FIFA yang diterapkan oleh PT GTS, termasuk kewajiban finansial klub terhadap pemainnya dapat terpenuhi. (bac)